Manfaat Keanekaragaman Hayati

Posted by Rahmad Fajar

Pemamfaatan keanekaragaman hayati tersebut dapat digolongkan menjadi beberapa nilai mamfaat, yaitu nilai konsumtif, nilai nonkonsumtif, dan nilai produktif.

A. Nilai Mamfaat Konsumtif
Nilai mamfaat konsumtif artinya nilai dari produk keanekaragaman hayati yang langsung dikonsumsi, misalnya bahan pangan, bahan obat-obatan, bahan bangunan, dan nilai bahan bakar.

1. Sebagai Sumber Bahan Pangan
Seluruh penuduk dunia, kebutuhan makananya bergantung kepada tumbuhan dan hewan yang langsung di ambil oleh alam. Hewan dan tumbuhan yang ada mamfaatkan saat ini, dulunya merupakan hewan dan tumbuhan liar yang kemudian dibudidayakan. Sebagai contoh. Manusia menanam padi untuk di ambil berasnya, memelihara ayam untuk di ambil telur dan dagingnya, serta tanaman buah-buahan untuk di ambil buahya.

Kebutuhan karbohidarat masyarakat indonesia terutama bergantung pada beras. Sumber lain seperti jagung, ubi jalr, singkong, talas, dan sagu sebagai makanan pokok di beberapa daerah mulai di tinggalakan. Ketergantungan pada beras ini menimbulkan krisis pangan yang seharusnya tidak perlu terjadi.

2 Sebagai Bahan Obat-obatan
Pada zaman dahulu, sebelum teknologi berkembang dan manusia nelum nerhasil menenukan bahan-bahan kimia batan, semua obat untuk mengatasi berbagai macam penyakit berasal dari hewan dan tumbuhan. Sebagai contoh kunyit digunakan sebagai obat antiradang, jahe sebagai obat batuk, hati kalelawar sebagai obat asma, lender bekicot di mamfaatkan untuk menghentikan pendarahan akibat luka, dan daging ular dipercaya dapat menyembuhkan penyakit kulit. Tidak kurang 45% obat-obatan yang digunakan penduduk bersal dari tumbuhan dan hewan.

3 Sebagai Bahan Baker Dan Bahan Bangunan
Kekayaan alam hutan indonesia terutama katu menjadi sumber utama dari bahan baker dan bahan bangunan. Selain ittu daun tanaman tertentu juga dapat dimamfatkan sebagai atap daun.

a. Sebagai Bahan Kosmetik
Potensi keanekaragamana hayati sebagai kosmetik tradisioanal telah lama dikenal. Penggunaan bunga-bungaan seperti cendan, kenanga, melati, mawar, dan kemuning lazim dipergunakan oleh masyarakat jawa untuk wewangian. Kemuning yang mengandung zat penyamak digunakan oleh masyarakat yogjakarta sebagai salah satu bahan untuk membuat lulur yang berkhasiat menghaluskan kulit. Tanaman pacar air digunakan untuk cat kuku, sedangkan ramuan daun mahkokan, pandan melati dan minyak kelapa dipakai untuk pelemas rambut. Disamping itu, masyarakat jawa juga mengenal ratus yang diramu dari 19 spesies tanaman sebagai pewangi pakaian, pewangi ruangan dan sebagai pelindung pakaian dari serangan mikroorganisme. Selain itu, Indonesia mengenal 62 spesies tanaman sebagai bahan pewarna alami untuk berbagai keperluan. Nisalnya jambu hutan putih digunakan sebagai pewarna jala dam kayu malam sebagai cat batik.

b. Nilai Dan Mamfaat Produktif

Nilai mamfaat produktif artinya nilai dari produk keanekaragaman hayati yang di olah secara besar-besaran dan bersifat komersial.

Banyak industri yang membutuhkan bahan baku dari keanekaragaman hayati hewan dan bersifat tumbuhan. Sebagai contoh, industri kayu lapis, memerlukan bahan baku kayu dari tumbuhan di hutan, industri karet, industri benag memerlukan bebrapa jenis tunbuhan penghasil serat dan industri pengalengan ikan memerlukan berbagai jenis ikan untuk dipasarkan.

c. Nilai Mamfaat Non Kunsumtif
Keanekaragaman hayati bernilai mamfaat nonkonsumtif artinya mamfaat secara konsumtif dan produktif, misalnya sebagai sumber plasma nutfah, menjaga kelestarian ekosistem, dan memberikan keindahan alam. Selain itu keanekaragamanan hayati juga mempunyai nilai ilmiah dan nilai mental-spritual.
   
1.    Sumber Plasma Nutfah
Masih banyak tumbuhan, hewan dan mikroorganisme yang saat ini belun terindentifikasi. Ii memberi peluang untuk menegmbangkan penelitian demi pemenuhan kebutuhan hidup manausia. Sebagai contoh, tanaman pisang dahulu hanya dimamfatkan buah dan daunnya. Kini diketahui bahwa serat batang pisang dapat dimamfatkan sebagai bahan tekstil atau kerajinan yang mempunyai nilai jual tinggi.

Bukan hanya itu , bebagai jenis makahluk hidup merupakan sumber plasma nutfah yang sangat potensial. Plasma nutfah adalah variasi fenotip dalam populasi suatau jenis makhluk hidup. Variasi dapat menjadi sumber sifat untuk rekayasa genetika dalam mebuat benih baru (rekombian)

2.    Menjaga Kelestarian Ekosistem
Keberadaan keanekaragaman hayati pada suatu daerah sangat besar perananya untuk menjaga proses ekosistem, seperti daun zat dan aliran energi. Keanekaragaman tumbuhan mempunyai peran besar yaitu menjaga tanah dari erosi dan terjaganya proses fotosintesis.

3.    Memberikan Keindahan Alam
Keanekaragaman memberikan pandangan alam yang indah. Coba kalaian bandingkan antara lingkungan yang hanya ditamnami rerumputan denagn lingkungan yang ditanami beraneka macam bunga, mana yang lebih indah ?

Tidak sidikit pula kenekaragaman hewan yang mempunyai bentuk tubuh indah dan menarik tau bersuara bagus menjadi incaran koleksi manusia.

Tumbuhan dan hewan tersebut dapat memberikan keindahan dan hiburan bagi manusia. Oleh karena itu, terjaga dan lestarinya keanekaragaman hayati merupakan syarat mutlak untuk tetap berlangsungnya kehidupan makhluk hidup di dunia. Keanekaragaman hayati akan berkurang atau terancam punah jika terdapat kesalahan dalam pengelolaanya.

4.    Mamfaat Mental Dan Spiritual
Dalam upacara-upacara adap, sering kali kita menggunakan hewan dan tumbuhan sebagai sarana upacara. Sebagai contoh, dalam upacara perkawinan orang jawa, seiakat tumbuh-tumbuhan disajikan sebagai tuwuhan. Tuwuhan ini maksudnya mewakili kekayaan alam dan digunakan sebagai penghias pintu masuk ruang upacara perkawinan. Tuwuhan ini terdiri dari padi, tebu, pisang, dan kelapa dengan daun dadap dan beringin. Ini menunjukkan lambing tumbuh-tumbuhan dibumi Indonesia.

5.    Mamfaat Ilmiah Atau Keilmuan
keanekaragaman hayati Indonesia juga dimamfatkan sebagai lahan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan yang penting bagi kehidupan manusia.

d. Sebagai Sumber Budaya

Dalam upacara ritual keagamaan atau adat, banyak digunakan keanekaragaman hayati. Contohnya, umat islam menggunakan sapi dan kambing dewasa pada setiap hari raya kurban, sedangkan umat kristen memerlukan pohon cemara setiap natal. Umat hindu membutuhkan berbagai spesies keanekaragaman hayati untuk setiap upacara keagamaan yang dilakukan.

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment