Teori Belajar Behavioristik

Posted by Rahmad Fajar

1.    Teori Belajar Willian Bownel
Teori ini berdasarkan pada keyakinan bahwa anak – anak pasti memahami apa yang sedang mereka pelajari. Jika belajar secara permanent atau terus menerus untuk waktu yang lama. Untuk mengembangkan pemahaman tentang matematika adalah dengan menggunakan benda – benda tertentu ketika mempelajari konsep matematika. Sebagai contoh pada saat anak – anak baru pertamakali diperkenalkan dengan konsep membilang . meraka akan lebih memahami konsep jika menggunakan benda konkret yang mereka kenal seperti : mangga, kelereng , dan lain – lainnya. Dengan kata lain teori belajar ini mendukung penggunaan benda – benda konkrit untuk dimanipulasikan. Sehingga anak- anak dapat memahami makna dari konsep dan keterampilan baru yang mereka pelajari.  Teori Willian Brownel dikenal dengan nama “ meaning Theory “ ( Teori Kebermaknaan).

2.    Teori Belajar Jean Peaget

 Bahwa perkembangan mental setiap pribadi melewati 4 tahap yaitu :
 a.    Tahap Sensorimotor ( 0 - 2 tahun )
        Anak mengembangkan konsep pada dasarnya melalui interaksi dengan dunia fisik.
 b.    Tahap Praoperasional ( 2 – 7 tahun )
Naka sudah mulai mengembangkan dengan menggunakan dengan bahasa untuk menyatukan suatu ide, tetapi ide tersebut masih sangat tergantung pada persepsi. Pada tahap ini anak telah mulai mengguankan symbol, dia belajar untuk membedakan antara  kata / istilah dengan objek yang diawakili oleh kata. / istilah. Anak tidak melihat bahwa banyaknya objek adalah tetap / tidak berubah. Tanpa memperhatikan susunan ruang yang ditempat objek tadi.
c.    Tahap Operasi Konkret ( 7 – 12 tahun )
Anak mengembangkan konsep dengan menggunakan benda – benda konkrit untuk menyelidiki hubungan dan model – model hubungan abstrak. Bahasa merupakan alat yang sangat penting. Pada tahap ini anak sudah mulai berpikir logis, akibat dari adanya kegiatan anak memanipulasi benda – benda konkrit. Pada tahap ini anak dapat “ mengelempokkan “ benda konkrit berdasarkan warna. Bentuk atau ukurannya.
d.    Tahap Operasi Formal 
Anak sudah mulai mampu berfikir secara abstrak. Dia dapat menyusun hipotesih dari hal – hal yang abstrak menjadi sunia real dan tidak terlalu tergantung pada benda – benda konkrit. Piaget menekankan bahwa proses belajar merupakan suatu proses asimilasi dan akomodasi informasi kedalam struktur mental.

Asimilasi : Proses terpadunya informasi dan pengalaman baru kedalam struktur mental.

Akomodasi : Hasil perubahan pikiran sebagai suatu akibat adanya informasi dan pengalaman baru.

Teori belajar Jean Peaget adalah counstruclivins. Karena keyakinannya bahwa para siswa pasti mengkronstruksi pikiran meraka sendiri dan bukan menjadi penerima informasi yang bersifat pasif anak pada tahap operasi konkrit sebagai dasar untuk berfikir abstrak.  

3.    Teori Belajar Jerome S. Bruner
Teori ini lebih peduli terhadap proses belasjar dari pada hasil belajar . oleh sebab itu metode belajar merupakan factor yang menentukan dalam pembelajaran dibandingkan dengan perolehan suatu kemampuan khusus metode yang sangat didukung  oleh Jerome S. Bruner adalah “ Metode Belajar Dengan Penemuan “.

Menurut Jerome S. Bruner penemuan melibatkan kegiatan mengorganisasikan kembali materi pelajaran yang telah dikuasai oleh seorang siswa, beliau yakin bahwa dalam mempelajari matematika seorang anak perlu secara langsung menggunakan bahan- bahan manipulatif.

Bahan – bahan manipulatif : Benda konkrit yang dirancang khusus dan dapat diotak atik oleh siswa dalam memahami suatu konsep matematika. Bruner mengemukakan bahwa dalam proses belajar siswa meliputi 3 tahap yaitu :
a. Tahap Enaktif : Berkaitan dengan benda – benda konkrit dalam belajar atau terlibat langsung dalam memanipulasi objek.
b.    Tahap Ikonik : menunjukkan pada sajian yang berupa gambar atau grafik.
c.    Tahap simbolik menggunakan kata – kata dan symbol atau lambang – lambang objek tertentu anak pada tahap inis udah mampu menggunakan notasi tanpa ketergantungan terhadap objek real.

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment